Kisah Si Pitung yang melegenda ini tentunya kalian sudah mengenalnya. Bukan hanya di dalam cerita seperti buku atau majalah saja, cerita Si Pitung ini sudah sering di dokumentasikan ke dunia film sebagai gambaran kita mengenai cerita si pitung ini pada zaman dahulu.

Dan bukti dari cerita si Pitung ini adalah dengan adanya peninggalan-peninggalan berupa goloknya yang terkenal dan rumah peninggalan si Pitung. Dan hal tersebut masih di lestarikan sampai saat ini.

Nah, buat kalian rakyat Indonesia harus mengetahui cerita Si Pitung dari Betawi ini yang merupakan pahlawan dari rakyat kecil dan sampai harus tewas ditembak demi memberikan rakyat kecil seupah beras dan uang. Simak ceritanya!

Pemuda Taat Agama

Pemuda yang rajin mengaji dan memiliki bakat dalam ilmu bela diri bernama Pitung ini dilatih silat selama bertahun-tahun hingga kemampuan ilmu agama dan bela dirinya meningkat dan kemampuannya berada jauh diatas para pesilat di Betawi.

Pitung merasa iba melihat penderitaan rakyat kecil dan dari lubuk hatinya yang kecil ia sangat ingin membela rakyat Indonesia. Sementara itu, orang belanda yang berlimpah harta serta rumah dan ladang itu dijaga dengan ketat oleh penjaga yang kuat.

Untuk membantu rakyat miskin si Pitung bersama temannya Si Jii dan Si Rais berencana untuk melakukan perampokan kepada para penguasa. Kemudian si Pitung dan temannya pun mengatur rencana dan hasilnya akan dibagikan kepada rakyat kecil.

Melakukan Perampokan Untuk Berbagi

Kemudian, mereka berhasil merampok beberapa harta dan langsung membagikannya pada rakyat kecil. Kepada keluarga yang tertimpa dengan hutang diberikanlah uang hasil rampokan itu dan diberikan beras kepada yang kelaparan.

Bahkan anak kecil pun diberikan hadiah dan bingkisan kecil lainnya. Karena Si Pitung bukanlah orang sembarangan para orang-orang Tauke pun tidak bisa menangkapnya begitu saja dan mereka terus melanjutkan misi perampokan mereka.

Pitung dan temannya bisa berhasil karena, ia memiliki ilmu bela diri dan kebal serta para rakyat juga tidak mau mengatakan keberadaan Si Pitung saat dibujuk oleh orang kompeni.

Namun, para kompeni juga sudah mulai kesal sehingga menggunakan kekerasan dalam mencari informasi mengenai keberadaan Si Pitung untuk membuka mulut para rakyat. Hingga ditemukanlah informasi mengenai keberadaan orang tua si Pitung.

Pasukan Belanda Yang Keji

Kemudian, orang tua Si Pitung di sandera oleh para kompeni dan jika tidak ingin membuka mulut tentang keberadaan Si Pitung mereka akan ditembak. Dan orang tua Si Pitung masih tidak mau membuka mulut dan disiksa habis-habisan dengan sangat kejam.

Akhirnya orang tua Si Pitung pun memberikan informasi dimana Si Pitung berada dan teman-temannya dan juga rahasia kekebalan tubuhnya terhadap peluru dikarenakan siksaan yang amat berat.

Kemudian tempat persembunyian mereka pun disergap dan dikepung oleh para kompeni dan mereka harus melawan sekuat tenaga dan tidak hanya tinggal diam.

Namun, karena kelemahan Si Pitung sudah ketahuan dengan hanya dilempar dengan telur-telur busuk oleh para kompeni lalu ditembak Si Pitung pun akhirnya tewas dan telah hilangnya pahlawan rakyat kecil yang merupakan kebanggaan rakyat Jakarta dan tentunya Negara Indonesia.

Nah, itulah cerita dari Si Pitung rakyat Betawi yang merupakan pahlawan rakyat kecil bersama teman-temannya. Ia merelakan merampok di daerah yang berbahaya demi menyelamatkan rakyat kecil, hingga ia juga membahayakan dirinya sendiri dimana ia berada.

Kalian berbanggalah memiliki pahlawan yang seperti ini dan contohlah orang yang berkorban untuk negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *