Kalian tau ga sih? Ada legenda yang mengisahkan tentang kehidupan seseorang di hantui oleh hutang oleh rentenir yang merupakan cerita rakyat dari jawa barat. Berikut kisah tentang si Kabayan dan Lintah Darat.

Kegelisahan tagihan utang dari rentenir membuat Si Kabayan berputar-putar mondar-mandir di depan rumahnya karena tidak memilik uang untuk membayar cicilan pada hari itu.

Seperti biasanya, jika ia tidak membayar cicilan di hari yang tepat maka akan dinaikkan bunganya hingga uang untuk cicilan malah habis untuk bayar bunganya saja dan pinjaman belum terbayar.

Si Kabayan terus menyesali akibat dari peminjaman uang kepada rentenir karena pada saati itu ia sangat membutuhkan uang hingga benci pada rentenir.

“Rentenir itu menyebalkan sekali dan tidak kasihan dengan orang lain yang sedang kesusahan, sangat tidak iba. Mereka yang tidak takut dengan neraka apalagi sama kita yang malah dibuatkan neraka olehnya” ucap Si Kabayan kesal.

Kemudian Si kabayan teringat dengan kata-kata oleh mertuanya, “Kabayan, seberani-beraninya orang, mereka pasti tetap memiliki rasa takut. Berani dan takut itu merupakan dua sifat berbeda yang berada pada manusia sama seperti si lintah darat kamu” ucap si mertua.

Namun, Si Kabayan pun mendapatkan ide dan merencanakannya setelah istrinya mendengar rencana tersebut ia tertawa terbahak-bahak dan akhirnya mereka melaksanakan aksinya.

Istrinya memandikan si Kabayan dengan air tuak kemudian menempelkan badannya dengan kapuk-kapuk dengan berguling-guling diatasnya sehingga menjadi putih serta menggunakan topeng Si Cepot.

Tak lama setelah itu rentenir pun datang. Istri Si Kabayan pun membukakan pintu yang diketuk oleh rentenir dan mengatakan bahwa Si Kabayan tidak ada dirumah jadi lain kali saja bayar hutangnya.

“Lah! Gabisa begitu, kemana dia? Enak saja pergi, kan dia tau saya mau datang hari ini. udah minjem uang giliran di tagih malah kabur, enak aja si Kabayan” Ucap rentenir marah.

“Si Kabayan sedang datang ke kantor polisi untuk melaporkan ia baru mendapatkan burung yang aneh, sekarang burung itu sedang di kandang ayam” Ucap istrinya.

Rentenir pun menjawab “mana burungnya? Saya mau lihat” namun dilarang oleh istrinya Kabayan.

“Kata kepala polisi tidak boleh diperlihatkan sebelum ia melihatnya maaf tidak bisa kita perlihatkan tuan”

Si rentenir dengan rasa penasaran pun tidak peduli mengangkat kurungan ayam dan keluarlah Si Kabayan mengepak-ngepakkan sayapnya dengan tubuh yang penuh kapuk dan berteriak layaknya ayam.

Lalu Si Kabayan yang cerdik pun mengamati rentenir dari belakang rumah bersembunyi.

Namun, Istri si Kabayan pun menangis dan mengatakan “Aduh, tuan! Burungnya jadi kabur kan” sambil menangis.

“Tuan bisa ditangkap oleh polisi kalau tidak menangkap burung itu sekarang juga” katanya sambil pura-pura nangis.

Rentenir pun ketakutan karena mendengar tangisan istrinya Kabayan sekaligus mukanya berubah sangat pucat karena takut harus ditangkap oleh polisi dan dipenjara.

Rentenir dengan gemetaran pun berkata “Jangan laporkan saya ke polisi! Sebagai gantinya saya anggap lunas hutang kalian dan bilang saja burungnya kabur sendiri” dan rentenir pun lari dengan sangat kencang menjauhi mereka.

Si Kabayan pun keluar dan tertawa terbahak-bahak dengan istrinya karena melihat si rentenir ketakutan. Mereka pun hidup bahagia setelah itu karena hutangnya sudah dianggap lunas.

Nah, itulah cerita si Kabayan dan Lintah Darat yang dimana dengan kecerdikan Kabayan dalam melawan situasi sulitnya. Di cerita ini diajarkan bahwa kita tidak perlu takut dengan siapapun karena seberani-beraninya orang pasti mereka memiliki rasa takut juga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *