Home » Cerita Legenda di Indonesia » Kisah Petani Kelapa, Cerita Legenda Untuk Anak-Anak

Komentar Terbaru

    Website Terkait

    Cukup menggunakan link alternatif www sbowin  kamu juga bisa memperoleh segala bonus terbesar dan paling banyak dicari member sbobet asia.

    Kalian yang masih penasaran dengan permainan judi blackjack online bisa memilih agen blackjack online terpercaya sebagai website judi untuk permainan judi kartu blackjack indonesia.

    Selain itu dengan memainkan sbobet online pada situs sbobet.com menjadi pilihan terbaik bagi member judi sbobet resmi  2021.

    Keseruan gabung playsbo resmi sangatlah berbeda dengan situs judi bola online lainnya. Dimana selalu ada varian bonus dan promo menarik yang dapat Anda nikmati disini!

    Mulai dari layanan dan berbagai fasilitas terbaik bisa kalian dapatkan pada agen joker123 terpercaya. Bagi kamu yang menang slot joker123 gaming bisa mendapatkan keuntungan berupa bonus dan lain sebagainya.

    Semua pemain judi slot online pastinya tertarik dalam hal jackpot besar ketika betting judi slot terbaru yang disediakan khusus bagi member slot online yang bergabung.

    Setelah anda mendapatkan keuntungan dari bermain Daftar Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya, anda harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena jika anda tidak bisa mengatur keuangan, maka hasil menang main di agen slot online terbaik deposit pulsa tanpa potongan yang anda dapatkan akan menjadi sia – sia.

    Kisah Petani Kelapa, Cerita Legenda Untuk Anak-Anak

    Kisah Petani Kelapa, Cerita Legenda Untuk Anak-Anak

    Cerita tentang petani kelapa ini sangat familiar di kalangan orang Sunda. Suku Sunda asli pasti saat kecil sangat sering mendengarkan kisah ini. Selain ceritanya yang menarik dan banyak versi, ada pesan moral yang baik bisa diambil dari cerita tentang petani tersebut.

    Adapun beberapa pesan moral yang bisa diambil disana, bagus untuk pembentukan karakter dan moral anak yang masih kecil. Satu cerita yang sangat populer tentang Petani Kelapa ini bisa kalian baca seperti dibawah ini:

    Kisah Petani Kelapa, Yang Tidak Sabar & Suka Meremehkan Orang Lain

    Kisah Petani Kelapa, Yang Tidak Sabar

    Disebuah desa hiduplah seorang petani yang berkebun tanaman kelapa. Ia juga merupakan seorang petani yang sangat kaya raya, karena penghasilan kelapa yang Ia dapatkan lumayan menghasilkan.

    Untuk mengangkat hasil panennya, petani ini biasa menggunakan tenaga kerbau. Karena tidak ingin mengeluarkan biaya untuk membayar jasa orang lain. Petani tersebut kerap memaksa kerbau mengangkat beban kelapa dalam jumlah banyak.

    Hingga suatu hari, tiba masanya bagi petani untuk panen buah kelapa. Warga yang ada disekitar melihat kelapa petani tersebut memiliki banyak buah kelapa yang harus dipanen.

    Warga tersebut menawarkan bantuan untuk memanen bersama hasil buah kelapa petani itu. Tapi karena tidak mau rugi buat bayar orang, akhirnya Ia menolak dan menghusir semua warga yang datang.

    Dengan bantuan seekor kerbau, petani itu membawa hasil kelapanya kegudang untuk dijual. Tapi karena jumlahnya sangat banyak, Ia harus bolak-balik berkali-kali.

    Baca Juga : Peristiwa Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Sampai Sekarang

    Cuma punya 1 kerbau, dan memaksa kerbau itu untuk mengangkat semua beban berat mengangkat kelapa kegudang. Akhirnya kerbau tersebut sakit, dan tidak bisa bangun untuk membantu petani.

    Merasa takut hasil panennya akan busuk kalau tidak segera di panen dan disimpan ke gudang. Petani tersebut datang ke pemukiman warga disekitar untuk meminta bantuan.

    Namun nasi sudah menjadi bubur, warga yang tadi datang menawarkan bantuan dengan baik namun dihusir oleh petani tadi sudah marah dan sakit hati. Sehingga mereka sudah tidak mau lagi membantu petani tersebut memanen hasil kelapa.

    Sehingga banyak sekali buah kelapa milik petani tersebut busuk dan tidak bisa terjual. Kerugian tersebut membuat petani malah harus mejual tanah karena tidak balik modal. Selain itu kerbau satu-satunya yang Ia miliki mati, petani itu harus membeli kerbau baru agar bisa tetap bertani.