Home » Cerita Legenda di Indonesia » Cerita Rakyat Legenda Ikan Duyung

Komentar Terbaru

    Permainan Judi Online Paling Populer Di Indonesia

    Perlu kamu ketahui juga dalam proses Daftar Slot Online di situs judi slot terbaik dan terpercaya adalah gratis dan tidak dikenakan biaya apapun. Dan mengenai cara main slot online uang asli pun paling mudah dan sangat gampang menang. jadi segera bergabung dan mainkan game judi slot online terpercaya sekarang juga

    Daftar slot online terpercaya yang menyajikan permainan ratusan jenis game judi slot online uang asli.

    Cerita Rakyat Legenda Ikan Duyung

    Pada zaman dahulu, hiduplah suami istri hidup bahagia yang dikaruniai oleh 3 anak kecil dan memakan nasi dengan ikan pada hari itu.

    Masing-masing dari anggota keluarga mereka telah terbagi rata bagiannya dari nasi hingga ikannya dan rupanya ikan tersebut tidak habis dimakan oleh mereka. Sang suami pun menitip pesan pada istrinya untuk menyimpan ikannya sebelum berangkat ke kebun untuk makan nanti sore.

    “Istriku, tolong ikan-ikan yang masih tersisa bisa disimpan untuk kita makan sore nanti”. Si istri pun menjawabnya “Baik, pak” setelah itu.

    Ketiga anak tersebut dengan istrinya pun pada siang harinya makan bersama dan secara tiba-tiba anak yang bungsu ini menangis dan menginginkan ikan yang disimpan di lemari.

    Si bungsu pun menangis dengan keras karena tidak diberikan oleh ibunya yang dititipkan pesan oleh ayahnya untuk makannya nanti sore dengan pengertian.

    Sang ibu pun tidak tega dan memberikan sisa ikan tadi kepada si bungsu agar tidak menangis terus-menerus lagi.

    Sepulangnya si ayah dengan rasa lapar dan lelahnya dari pekerjaannya selama seharian telah membuatnya tidak sabar ingin makan sore dengan ikan yang dihidangkan oleh si ibu.

    Namun, dari hidangan tersebut pun si ayah tidak melihat ada satupun sisa ikan tadi pagi dan mukanya langsung berubah menjadi marah dan bertanya “Bu, mana sisa ikan tadi pagi?”.

    Si ibu pun menjawab dengan nada lembut “Si bungsu meminta makan ikan tersebut tadi siang dan menangis tidak berhenti, maaf ayah”.

    Sang ayah pun tidak peduli dengan apa yang dilakukannya dan kelakuakn anak bungsunya hingga dengan teganya menyuruh si istri dipaksa untuk mencari ikan di laut dan tidak boleh pulang jika tidak mendapat ikan yang banyak.

    “Ibu harus mencari ikan sekarang dan tidak boleh pulang jika tidak mendapaatkan ikan yang banyak” Kata si ayah tanpa adanya rasa belas kasihan.

    Dengan rasa kecewa dan sedih pun sang ibu pergi meninggalkan ketiga anaknya, apalagi si bungsu yang masih menyusui dan si ibu tidak pernah kembali ke rumah.

    Ketiga anak tersebut pun sangat merindukan ibunya dan mencari ke pinggir laut ibunya pergi. Mereka memanggil-manggil ibunya berkali-kali dan benar-benar tidak ada satu orang pun disana membuatnya mustahil untuk menemukan ibunya.

    Si ibu pun secara tiba-tiba muncul dari laut dan segera menyusui si bungsu dan berpesan kepada mereka untuk kembali ke rumah. Ibu pun berkata, tidak lama lagi akan pulang, namun ibu pun belum juga pulang hingga malam.

    Karena sangat cemas, mereka pun kembali lagi ke laut keesokan harinya dan memaksanya untuk pulang kerumah karena si bungsu ingin menyusui dari teriakan oleh si sulung di pinggir laut.

    Setelah itu, ibunya pun muncul lagi dari laut dan menyusui si Bungsu dan membuat mereka merasa aneh karena terlihat adanya sisik di tubuh ibunya dan mereka pun menjadi takut.

    Si ibu pun menghampiri dan mengatakan “Ibu akan menyusuimu” dan si bungsu pun melawan “Tidak! Kau siapa? Kau bukanlah ibuku!”.

    Sang ibu pun mengatakan kalau ia adalah ibu dari mereka dan si sulung tetap tidak percaya hingga meninggalkan tepi laut bersama adiknya.

    Mereka pun terus menghampiri pantai dan tetap memanggil si ibu. Setiap dipanggilnya ibunya pun selalu muncul dengan tubuh memiliki sisik ikan dan telah menjadi ikan duyung.