Home » Cerita Legenda di Indonesia » Cerita Rakyat Legenda Ikan Duyung

Komentar Terbaru

    Website Terkait

    Cukup menggunakan link alternatif www sbowin  kamu juga bisa memperoleh segala bonus terbesar dan paling banyak dicari member sbobet asia.

    Kalian yang masih penasaran dengan permainan judi blackjack online bisa memilih agen blackjack online terpercaya sebagai website judi untuk permainan judi kartu blackjack indonesia.

    Selain itu dengan memainkan sbobet online pada situs sbobet.com menjadi pilihan terbaik bagi member judi sbobet resmi  2021.

    Keseruan gabung playsbo resmi sangatlah berbeda dengan situs judi bola online lainnya. Dimana selalu ada varian bonus dan promo menarik yang dapat Anda nikmati disini!

    Mulai dari layanan dan berbagai fasilitas terbaik bisa kalian dapatkan pada agen joker123 terpercaya. Bagi kamu yang menang slot joker123 gaming bisa mendapatkan keuntungan berupa bonus dan lain sebagainya.

    Semua pemain judi slot online pastinya tertarik dalam hal jackpot besar ketika betting judi slot terbaru yang disediakan khusus bagi member slot online yang bergabung.

    Setelah anda mendapatkan keuntungan dari bermain Daftar Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya, anda harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena jika anda tidak bisa mengatur keuangan, maka hasil menang main di agen slot online terbaik deposit pulsa tanpa potongan yang anda dapatkan akan menjadi sia – sia.

    Cerita Rakyat Legenda Ikan Duyung

    Pada zaman dahulu, hiduplah suami istri hidup bahagia yang dikaruniai oleh 3 anak kecil dan memakan nasi dengan ikan pada hari itu.

    Masing-masing dari anggota keluarga mereka telah terbagi rata bagiannya dari nasi hingga ikannya dan rupanya ikan tersebut tidak habis dimakan oleh mereka. Sang suami pun menitip pesan pada istrinya untuk menyimpan ikannya sebelum berangkat ke kebun untuk makan nanti sore.

    “Istriku, tolong ikan-ikan yang masih tersisa bisa disimpan untuk kita makan sore nanti”. Si istri pun menjawabnya “Baik, pak” setelah itu.

    Ketiga anak tersebut dengan istrinya pun pada siang harinya makan bersama dan secara tiba-tiba anak yang bungsu ini menangis dan menginginkan ikan yang disimpan di lemari.

    Si bungsu pun menangis dengan keras karena tidak diberikan oleh ibunya yang dititipkan pesan oleh ayahnya untuk makannya nanti sore dengan pengertian.

    Sang ibu pun tidak tega dan memberikan sisa ikan tadi kepada si bungsu agar tidak menangis terus-menerus lagi.

    Sepulangnya si ayah dengan rasa lapar dan lelahnya dari pekerjaannya selama seharian telah membuatnya tidak sabar ingin makan sore dengan ikan yang dihidangkan oleh si ibu.

    Namun, dari hidangan tersebut pun si ayah tidak melihat ada satupun sisa ikan tadi pagi dan mukanya langsung berubah menjadi marah dan bertanya “Bu, mana sisa ikan tadi pagi?”.

    Si ibu pun menjawab dengan nada lembut “Si bungsu meminta makan ikan tersebut tadi siang dan menangis tidak berhenti, maaf ayah”.

    Sang ayah pun tidak peduli dengan apa yang dilakukannya dan kelakuakn anak bungsunya hingga dengan teganya menyuruh si istri dipaksa untuk mencari ikan di laut dan tidak boleh pulang jika tidak mendapat ikan yang banyak.

    “Ibu harus mencari ikan sekarang dan tidak boleh pulang jika tidak mendapaatkan ikan yang banyak” Kata si ayah tanpa adanya rasa belas kasihan.

    Dengan rasa kecewa dan sedih pun sang ibu pergi meninggalkan ketiga anaknya, apalagi si bungsu yang masih menyusui dan si ibu tidak pernah kembali ke rumah.

    Ketiga anak tersebut pun sangat merindukan ibunya dan mencari ke pinggir laut ibunya pergi. Mereka memanggil-manggil ibunya berkali-kali dan benar-benar tidak ada satu orang pun disana membuatnya mustahil untuk menemukan ibunya.

    Si ibu pun secara tiba-tiba muncul dari laut dan segera menyusui si bungsu dan berpesan kepada mereka untuk kembali ke rumah. Ibu pun berkata, tidak lama lagi akan pulang, namun ibu pun belum juga pulang hingga malam.

    Karena sangat cemas, mereka pun kembali lagi ke laut keesokan harinya dan memaksanya untuk pulang kerumah karena si bungsu ingin menyusui dari teriakan oleh si sulung di pinggir laut.

    Setelah itu, ibunya pun muncul lagi dari laut dan menyusui si Bungsu dan membuat mereka merasa aneh karena terlihat adanya sisik di tubuh ibunya dan mereka pun menjadi takut.

    Si ibu pun menghampiri dan mengatakan “Ibu akan menyusuimu” dan si bungsu pun melawan “Tidak! Kau siapa? Kau bukanlah ibuku!”.

    Sang ibu pun mengatakan kalau ia adalah ibu dari mereka dan si sulung tetap tidak percaya hingga meninggalkan tepi laut bersama adiknya.

    Mereka pun terus menghampiri pantai dan tetap memanggil si ibu. Setiap dipanggilnya ibunya pun selalu muncul dengan tubuh memiliki sisik ikan dan telah menjadi ikan duyung.