Home » Cerita Legenda di Indonesia » Cerita Rakyat si Rusa dan Kulomang

Komentar Terbaru

    Website Terkait

    Cukup menggunakan link alternatif www sbowin  kamu juga bisa memperoleh segala bonus terbesar dan paling banyak dicari member sbobet asia.

    Kalian yang masih penasaran dengan permainan judi blackjack online bisa memilih agen blackjack online terpercaya sebagai website judi untuk permainan judi kartu blackjack indonesia.

    Selain itu dengan memainkan sbobet online pada situs sbobet.com menjadi pilihan terbaik bagi member judi sbobet resmi  2021.

    Keseruan gabung playsbo resmi sangatlah berbeda dengan situs judi bola online lainnya. Dimana selalu ada varian bonus dan promo menarik yang dapat Anda nikmati disini!

    Mulai dari layanan dan berbagai fasilitas terbaik bisa kalian dapatkan pada agen joker123 terpercaya. Bagi kamu yang menang slot joker123 gaming bisa mendapatkan keuntungan berupa bonus dan lain sebagainya.

    Semua pemain judi slot online pastinya tertarik dalam hal jackpot besar ketika betting judi slot terbaru yang disediakan khusus bagi member slot online yang bergabung

    Cerita Rakyat si Rusa dan Kulomang

    Diceritakan di sebuah hutan di Kepulauan Aru, hiduplah sekelompok hewan. Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

    Namun, akhir – kahir ini sesuatu mengusik mereka, yaitu kesombongan sekelompok rusa yang merasa diri mereka sebagai hewan paling hebat hanya karena mereka mampu berlari cepat.

    Pada saat itu memang tidak ada hewan lain yang bisa menandingi kecepatan mereka. Semakin hari, kesombongan mereka semakin menjadi – jadi.

    Mereka terus saja mengajak hewan lain berlomba lari dan mengejek mereka. Lama kelamaan mereka juga menjadi tamak.

    Rusa bukan hanya menantang hewan lain berlomba lari, mereka juga menyita tempat tinggal hewan yang kalah dalam perlombaan itu.

    Akhirnya, hewan – hewan lain tak memiliki tempat tinggal. Sebaliknya, rusa – rusa itu menjadi penguasa hutan tersebut.

    Sementara itu, tak jauh dari hutan, tepatnya di tepi Pulau Aru, hiduplah sekelompok siput laut. Tempat tinggal mereka indah dan udaranya masih segar.

    Walaupun siput laut yang tinggal di sana cukup banyak, mereka saling setia kawan. Sekelompok rusa yang mengetahui wilayah itu, ingin menguasainya. Seperti biasa, pemimpin rusa berniat mengajak siput laut untuk berlomba lari melawannya.

    Dalam hati ia tertawa, “Bukankah siput jalannya sangat lambat? Aku akan mengalahkan mereka dengan mudah,” pikirnya. Lalu ia menemui pemimpin siput Laut yang bernama Kulomang.

    Di luar dugaan, Kulomang menerima tantangannya. “Baiklah jika itu maumu. Jika kau menang, ambillah wilayah kami ini,” jawab Kulomang mantap.

    Sebenarnya, rusa terkejut mendengar jawaban Kulomang, namun ua tertawa dalam hati. “Hihihi… benar-benar tak tahu diri.

    Berani sekali ia mempertaruhkan wilayahnya. Kita lihat saja besok.” Rusa tak tahu, meskipun siput Laut berjalan sangat lambat, mereka memiliki akal yang cerdik.

    Keesokan harinya, pemimpin rusa telah siap di tempat pertandingan. Rusa – rusa yang lain ikut memberi semangat.

    Kulomang datang sendiri, taka da teman yang menemaninya. “Hei, mana teman-temanmu?” tanya rusa heran.

    “Itu tak penting, yang penting adalah kalahkan aku dan wilayah ini akan jadi milikmu,” jawab Kulomang santai.

    Ternyata, diam – diam Kulomang telah mengatur strategi bersama teman –temannya. Ia sebenarnya membawa sepuluh temannya, namun mereka bersembunyi untuk mendengarkan aturan pertandingan.

    Setelah mendengar semuanya, kesepuluh siput laut itu menempatkan diri masing – masing di tempat perhentian yang telah ditentukan. “Siap? Satu dua tigaaaa. lari!” teriak salah satu rusa memberi aba-aba.

    Rusa lari dengan santai. Ia pikir, untuk apa cepat-cepat? Toh siput laut berlari sangat lambat. Kulomang berlari dengan tenang.

    Rusa mengejeknya “Menyerah sajalah, daripada kau buang-buang tenaga. Kau tak mungkin menang.”

    Kulomang hanya tersenyum. Kemudian rusa berlari kencang meninggalkannya. Tak terasa, rusa telah tiba di perhentian pertama. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum, “Pasti siput itu masih jauh di belakang,”

    “Siapa bilang aku masih di belakang?” tiba- tiba terdengar jawaban Kulomang. Sebenarnya itu bukan Kulomang, melainkan temannya yang menunggu di pemberhentian pertama. Rusa terkejut setengah mati, ia heran bagaimana Kulomang bisa mendahuluinya?

    Tak mau kalah, ia berlari melesat menuju pemberhentian kedua. “Hehe… kali ini pasti ia kalah,” ejek rusa sambil menengok ke belakang lagi. Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba Kulomang sudah berjalan di depannya dan menuju ke pemberhentian ketiga.

    “Aku ada di depanmu rusa,” teriak Kulomang. Rusa terkejut. Ia berlari lagi secepat mungkin, ia tak mau kalah dari Kulomang. Namun setiap kali ia tiba di perhentian, selalu saja Kulomang sudah ada di depannya.

    Rusa kelelahan, namun ia terus berlari kencang, akhirnya ia tuba di perhentian terakhir. Matanya terbelalak ketika ia melihat kulomang telah menantinya di situ.

    Karena kelelahan, rusa pun jatuh tersungkur. Ia malu, apalagi ternyata hewan – hewan yang lain juga menyaksikan pertandingan itu.

    Mereka tertawa mengejek rusa, “Hei rusa yang sombong, sekarang kau sadar kan, kau bukanlah hewan tercepat. Siput yang lambat ini justru lebih cepat darimu.”

    Rusa sangat malu, rupanya ia bukanlah hewan terhebat. Demikian juga dengan teman-temannya, mereka tak lagi sombong.

    Mereka bahkan mengembalikan wilayah-wilayah yang direbut dari hewan-hewan yang lain. Sejak saat itu, keadaan di hutan kembali damai seperti dulu. Tentunya tak seekor hewan pun yang membocorkan rahasia Kulomang pada rusa-rusa itu.

    Itulah cerita legenda mengenai Rusa dan Kulomang, apa yang bisa kalian ambil dari sini?