Home » Posts tagged 'cerita rakyat'

Tag Archives: cerita rakyat

Komentar Terbaru

    Website Terkait

    Cukup menggunakan link alternatif www sbowin  kamu juga bisa memperoleh segala bonus terbesar dan paling banyak dicari member sbobet asia.

    Kalian yang masih penasaran dengan permainan judi blackjack online bisa memilih agen blackjack online terpercaya sebagai website judi untuk permainan judi kartu blackjack indonesia.

    Selain itu dengan memainkan sbobet online pada situs sbobet.com menjadi pilihan terbaik bagi member judi sbobet resmi  2021.

    Keseruan gabung playsbo resmi sangatlah berbeda dengan situs judi bola online lainnya. Dimana selalu ada varian bonus dan promo menarik yang dapat Anda nikmati disini!

    Mulai dari layanan dan berbagai fasilitas terbaik bisa kalian dapatkan pada agen joker123 terpercaya. Bagi kamu yang menang slot joker123 gaming bisa mendapatkan keuntungan berupa bonus dan lain sebagainya.

    Semua pemain judi slot online pastinya tertarik dalam hal jackpot besar ketika betting judi slot terbaru yang disediakan khusus bagi member slot online yang bergabung.

    Setelah anda mendapatkan keuntungan dari bermain Daftar Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya, anda harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena jika anda tidak bisa mengatur keuangan, maka hasil menang main di agen slot online terbaik deposit pulsa tanpa potongan yang anda dapatkan akan menjadi sia – sia.

    Cerita Rakyat Buaya Ajaib

    Zaman dahulu kala, di tepian Sungai Tami di Irian jaya, ada sepasang suami istri yang menantikan kehadiran seorang anak.

    Sang suami bernama Towjatuwa, ia sangat gelisah karena istrinya yang sedang hamil tua mengalami kesulitan ketika mau melahirkan.

    Hanya ada satu cara untuk membantu istrinya melahirkan, yaitu dengan mengoperasinya. Menggunakan batu tajam dari Sungai Tami.

    Ketika ia sedang sibuk mencari batu tajam, tiba-tiba muncul seekor buaya besar di depannya. Towjatuwa kaget bukan kepalang. Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan.

    Buaya itu semakin mendekati Towjatuwa dengan tubuh yang terlihat aneh tidak seperti buaya lainnya. Di punggung buaya itu tumbuh bulu-bulu burung kaswari. Hal ini membuat buaya itu tampak menyerarnkan ketika bergerak.

    Ketika jarak buaya sudah semakin dekat, Towjatuwa mulai bersiap-siap melarikan diri. Tiba-tiba sang buaya menyapa Towjatuwa dengan ramah.

    “Jangan takut! Maafkan jika aku mengagetkanmu. Namaku Wituwe. Siapa namamu dan apa yang kamu cari di sungai ini?” tanya buaya.

    “Oh, a ku aku namaku Towjatuwa. Aku di sini sedang mencari batu tajam untuk membantu istriku melahirkan, jawab Towiatuwa ketakutan.

    Rasa takut Towjaniwa semakin lama semakin hilang karena buaya itu tidak seseram penampilannya. Pembicaraan mereka semakin akrab dan santai.

    “Kau tidak usah khawatir Towjatuwa. Aku akan menolong istrimu melahirkan,” kata buaya ajaib itu.

    Towjatuwa merasa senang mendengar ucapan sang buaya. Ia kembali ke rumah dan menceritakan pertemuannya dengan buaya ajaib kepada istrinya.

    Esok harinya perut istri Towjatuwa mulai terasa sakit. Towjatuwa sangat panik, ia menunggu-nunggu kedatangan si Buaya ajaib.

    Tapi lama ditunggu tak kunjung tiba. Namun di saat-saat terakhir, ketika istrinya sudah tak kuat menahan rasa sakit, Buaya ajaib itu datang ke rumahnya.

    Watuwe si Buaya ajaib menepati janjinya. Ia menolong persalinan istri Towjatuwa. Akhirnya istri Towjatuwa bisa melahirkan anaknya dengan selamat.

    Tak lama kemudian terdengar tangis bayi laki-Iaki memecahkan keheningan malam. Towjatuwa merasa lega dan bahagia.

    Bayinya lahir dengan sehat dan selamat, anak itu diberi nama Narrowra. Towjatuwa sangat berterima kasih kepada si Buaya ajaib.

    Si Buaya ajib hanya berpesan,” Towjatuwa, kau dan keturunanmu jangan ada yang membunuh atau memakan daging buaya. Jika kau langgar pantangan ini kau dan keturunanmu akan mati!”

    “Towjatuwa, kelak anakmu akan menjadi pemuda yang gagah dan andal dalam berburu. Tapi, ada satu hal yang harus kau ingat. Kelak keturunanmu jangan ada yang membunuh atan memakan daging buaya. Jika kau melanggar larangan ini, kau dan keturunanmu akan mati,” ucap Watuwe.

    “Ya aku akan ingat pesanmu ini hai Buaya ajaib…!” kata Towjatuwa. Sejak saat itu, Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk tidak membunuh hewan di sekitar Sungai Tami. Mereka pun melindungi hewan-hewan tersebut dari para pemburu.

    Towjatuwa dan anak turunnya memenuhi janjinya. Mereka bukan hanya melestarikan buaya di sungai Tami, hewan-hewan lain di sekitar sungai juga tidak mereka ganggu demi menghormati buaya ajaib.

    Dari sini, kita bisa mengambil pesan moral bahwa kita harus Berbuat baik pada sesama. Bantulah ketika ada orang yang membutuhkan. Sebab, sewaktu-waktu kita akan membutuhkan bantuan orang lain.

    Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat serta bisa memberikan motivasi kepada kalian agar selalu berbuat baik kepada siapa pun, kapan pun, dan dimana pun kita berada.

     

    Legenda Rakyat Putri Niwerigading

    Cerita Rakyat kali ini berkisah perihal Putri Niweri Gading. Al Kisah, dulu di Negeri Alas -termasuk wilayah Nangro Aceh Darussalam, ada seorang raja yang arif dan dicintai rakyatnya. la menyuruh dengan adil dan arif, sehar-hari pikirannya dicurahkan untuk memajukan negeri dan kemakmuran rakyatnya.

    Namun sayang sang raja tak memiliki putera. Mereka sedih, atas nasehat orang jago raja dan permaisuri kemudian tekun berdo’a sambil berpuasa. Beberapa bukan kemudian permaisuri mengandung. Setelah sampai waktunya permaisuri melahirkan anak laki-Iaki yang diberi nama Amat Mude.

    Belum genap setahun umurAmat Mude. ayahnya meninggal dunia. Sebab Amat Mude. masih bayi karenanya adik sang raja atau paman (Pakcik) Amat Mude. diangkat menjadi raja sementara.

    Pakcik itu bernama Raja Muda. Setelah diangkat menjadi raja ia bahkan berperilaku kejam kepadaAmat Mude. dan ibunya.

    Mereka diasingkan ke sebuah hutan terpencil. Raja Muda berharap menguasai sepenuhnya kerajaan yang sebenarnya menjadi hak Amat Mude.

    Walau dibuang jauh dari istana permaisuri tak mengeluh, ia terima cobaan berat itu dengan sabar dan sabar. la besarkan Amat Mude. dengan penuh kasing sayang. Tahun demi tahun berlalu. tak terasa Amat Mude. tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tampan.

    Amat Mude menyukai memancing ikan di sungai. Pada suatu hari, permaisuri dan Amat Mude pergi ke sebuah desa di pinggir hutan untuk menjual ikan. Tanpa dikira, ia berjumpa dengan saudagar kaya. Ternyata ia bekas sahabatsuaminyadulu.

    “Kenapa Tuan Putri dan Putra Mahkota berada di tempat ini?” tanya saudagar itu keheranan.

    Permaisuri menyebutkan semua kejadian yang telah menimpanya. Mendengar hal itu, sang saudagar lantas mengajak mereka ke rumahnya dan membeli semua ikannya.

    Setibanya di rumah, saudagar ltu menyuruh istrinya lantas memasak ikan hal yang demikian. Saat sedang memotong perut ikan, sang istri merasa heran karena dari perut ikan itu keluar telur ikan yang berupa emas murni.

    Kemudian, butiran emas hal yang demikian dijual ke pasar oleh istri saudagar. Uangnya ia gunakan untuk membangun rumah permaisuri dan putranya. Sejak ketika itu, permaisuri dan Amat Mude telah berubah menjadi orang kaya berkat telur-telur emas dari ikan.

    Cerita perihal kekayaan permaisuri dan putranya sampai ke alat pendengaran Raja Muda. Pada suatu hari, Raja Muda memanggil Amat Mude ke istana. la memerintahkan Amat Mude memetik kelapa gading untuk mengobati penyakit istri Raja Muda, di sebuah pulau yang terletak di tengah laut.

    Konon, lautan di sekitar pulau ltu dihuni oleh binatang-binatang buas. Siapa bahkan yang via lautan itu pasti celaka.

    Raja Muda mengancam Amat Mude kalau tak berhasil, ia akan dihukum mati. TapiAmat Mude tak peduli dengan ancaman itu. Niatnya berlapang dada hendak membantu istri Raja Muda. Dia bahkan lantas berangkat meninggalkan istana.

    Setibanya di pantai, ia duduk termenung. Tiba-tiba, timbul di hadapannya seekor ikan besar bernama Amat lenggang Raye, didampingl oleh Raja Buaya, dan seekor Naga besar.

    Singkat cerita, Amat Mude telah menemukan pohon kelapa gading dengan bantuan Silenggang Raye, Raja Buaya, dan seekor nagaSelanjutnya, Amat Mude memanjat pohon. Saat sedang memetik buah kelapa gading, tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan.

    “Siapa bahkan yang berhasil memetik buah kelapa gading, ia akan menjadi suamiku.” “Siapakah Engkau?” tanya Arnat Mude. “Amat Putri Niwer Gading,” jawabnya suara dari bawah pohon kelapa.

    Amat Mude cepat-cepat memetik kelapa gading. Setelah turun dari atas pohon kelapa. Amat takjubnya Amat Mude melihat kecantikan Putri Niwer Gading.

    Amat, Amat Mude bahkan mengajak sang putri pulang ke rumahnya untuk dipersunting. Setelah menikah, Amat Mude beserta istri dan ibunya berangkat ke istana untuk menyerahkan buah kelapa gading.

    Kedatangan Amat Mude membikin Raja Muda terheran-heran. Orang yang berhasil via rintangan di pulau angker pastilah orang sakti.

    la tak berharap main-main Iagi. Kesudahannya tak alasan untuk menghukum mati keponakannya itu. Amat Raja Muda sadar akan kesalahanya. la memohon maaf kepada permaisuri dan Amat Mude. Beberapa hari kemudian Amat Mude dinobatkan menjadi Raja Negeri Alas.

    Hikmah : Saat petaka terjadi yang di perlukan kesabaran dan dengan bekerja keras kita akan sampai pada pembetulan nasib

     

    Legenda Rakyat Si Lancang

    Dongeng memang tersedia sangat banyak di Indonesia. Dan setiap cerita biasanya memiliki pesan moralnya masing – masing.

    Tak terkecuali dengan aderah Riau yang juga memiliki banyak sekali cerita legenda maupun dongeng yang turun temurun.

    Salah satunya adalah legenda rakyat si Lancang yang kurang lebih jalan ceritanya mirip dengan Malin Kundang.

    Pada zaman dulu, di daerah Kampar, hiduplah Menurut Lancang dengan ibunya. Mereka sehari-hari hidup prihatin mengandalkan penghasilan yang minim sebagai buruh tani. Situasi ini membikin Menurut Lancang berdaya upaya untuk memperbaiki nasib dengan pergi merantau.

    Pada suatu hari, Menurut Lancang berangkat ke negeri orang. Diceritakan, Menurut Lancang berprofesi keras bertahun-tahun lamanya.

    Semua perjuangannya tak sia-sia, dia berhasil menggapai cita-citanya menjadi orang kaya. Ia menjadi saudagar yang mempunyai berpuluh-puluh kapal dagang. Akan melainkan, dia lupa pada ibunya dan segala janji manisnya dulu.

    Pada suatu hari, Menurut Lancang singgah di Kampar. Isu kedatangan Menurut Lancang terdengar oleh ibunya.

    Ia menyangka bahwa Menurut Lancang pulang untuk dirinya. Dengan memberanikan diri, dia naik ke geladak kapal mewah Menurut Lancang. Menurut ibu lantas menghampiri Menurut Lancang dan ketujuh istrinya.

    Betapa terkejutnya Menurut Lancang ketika menyaksikan bahwa perempuan berpakaian compang camping itu adalah ibunya. Akan melainkan, kemauan ibu Menurut Lancang cuma tinggal kemauan. Rasa malu dan naik pitam bahkan tak dapat dia tahan. Ibunya lantas menghampirinya.

    “Engkau Lancang, Anakku! Oh… alangkah rindunya hati emak padamu.” Mendengar sapaan itu, si Lancang semacam itu tega menepis pengakuan ibunya sambil berteriak.

    “Mana mungkin saya mempunyai ibu perempuan miskin seperti kamu. Kelasi! usir perempuan edan ini!”

    Dengan perasaan hancur, ibunya pergi meninggalkan segala angan-angan seputar si kecilnya. Luka hati seperti disayat sembilu.

    Setibanya di rumah, hilang telah akal sehatnya dan kasih sayangnya karena perlakuan buruk yang diterimanya.

    Ia mengambil pusaka yang dimilikinya berupa lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru. Diputarnya lesung itu dan dikibas-kibaskan nyiru itu sambil berkata, “Ya Tuhanku… hukumlah si buah hati durhaka itu.”

    Tak perlu waktu lama, Kuasa mengabulkan permintaan ibu tua renta itu. Dalam sekejap, turunlah badai topan.

    Badai hal yang demikian meluluh lantakkan kapal-kapal dagang milik Menurut Lancang dan harta benda miliknya.

    Hingga cerita rakyat setempat, kain sutranya melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang berlokasi di Kampar Kiri.

    Gongnya terhempas ke Kampar Kanan dan menjadi Sungai Ogong. Tembikarnya melayang menjadi Pasubilah, meski tiang bendera kapal si Lancang terhempas sampai sampai di sebuah danau yang dikasih nama Danau Menurut Lancang.  kini, nama nama daerah itu masih ada dan dapat kita disaksikan.

    Kisah Si Lancang adalah hendaknya kita menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, terutama kepada ibu, karena itu adalah kewajiban kita dan pasti akan mendapat pahala. Sebaliknya, menjadi anak durhaka akan membawa malapetaka.

    Itulah bagaimana cerita dari Si lancing. Dari sini kita harus bisa lebih belajar untuk lebih menghormati orang tua kita.

    Karena, mereka lah yang selama ini menjaga kita dan merawat kita hingga tumbuh dewasa. Jika taka da mereka, belum tentu kita masih bisa hidup sampai saat ini. jadi, hargailah dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kalian.

    Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini ingin tahu lebih banyak mengenai cerita rakyat.

    Cerita Rakyat si Rusa dan Kulomang

    Diceritakan di sebuah hutan di Kepulauan Aru, hiduplah sekelompok hewan. Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

    Namun, akhir – kahir ini sesuatu mengusik mereka, yaitu kesombongan sekelompok rusa yang merasa diri mereka sebagai hewan paling hebat hanya karena mereka mampu berlari cepat.

    Pada saat itu memang tidak ada hewan lain yang bisa menandingi kecepatan mereka. Semakin hari, kesombongan mereka semakin menjadi – jadi.

    Mereka terus saja mengajak hewan lain berlomba lari dan mengejek mereka. Lama kelamaan mereka juga menjadi tamak.

    Rusa bukan hanya menantang hewan lain berlomba lari, mereka juga menyita tempat tinggal hewan yang kalah dalam perlombaan itu.

    Akhirnya, hewan – hewan lain tak memiliki tempat tinggal. Sebaliknya, rusa – rusa itu menjadi penguasa hutan tersebut.

    Sementara itu, tak jauh dari hutan, tepatnya di tepi Pulau Aru, hiduplah sekelompok siput laut. Tempat tinggal mereka indah dan udaranya masih segar.

    Walaupun siput laut yang tinggal di sana cukup banyak, mereka saling setia kawan. Sekelompok rusa yang mengetahui wilayah itu, ingin menguasainya. Seperti biasa, pemimpin rusa berniat mengajak siput laut untuk berlomba lari melawannya.

    Dalam hati ia tertawa, “Bukankah siput jalannya sangat lambat? Aku akan mengalahkan mereka dengan mudah,” pikirnya. Lalu ia menemui pemimpin siput Laut yang bernama Kulomang.

    Di luar dugaan, Kulomang menerima tantangannya. “Baiklah jika itu maumu. Jika kau menang, ambillah wilayah kami ini,” jawab Kulomang mantap.

    Sebenarnya, rusa terkejut mendengar jawaban Kulomang, namun ua tertawa dalam hati. “Hihihi… benar-benar tak tahu diri.

    Berani sekali ia mempertaruhkan wilayahnya. Kita lihat saja besok.” Rusa tak tahu, meskipun siput Laut berjalan sangat lambat, mereka memiliki akal yang cerdik.

    Keesokan harinya, pemimpin rusa telah siap di tempat pertandingan. Rusa – rusa yang lain ikut memberi semangat.

    Kulomang datang sendiri, taka da teman yang menemaninya. “Hei, mana teman-temanmu?” tanya rusa heran.

    “Itu tak penting, yang penting adalah kalahkan aku dan wilayah ini akan jadi milikmu,” jawab Kulomang santai.

    Ternyata, diam – diam Kulomang telah mengatur strategi bersama teman –temannya. Ia sebenarnya membawa sepuluh temannya, namun mereka bersembunyi untuk mendengarkan aturan pertandingan.

    Setelah mendengar semuanya, kesepuluh siput laut itu menempatkan diri masing – masing di tempat perhentian yang telah ditentukan. “Siap? Satu dua tigaaaa. lari!” teriak salah satu rusa memberi aba-aba.

    Rusa lari dengan santai. Ia pikir, untuk apa cepat-cepat? Toh siput laut berlari sangat lambat. Kulomang berlari dengan tenang.

    Rusa mengejeknya “Menyerah sajalah, daripada kau buang-buang tenaga. Kau tak mungkin menang.”

    Kulomang hanya tersenyum. Kemudian rusa berlari kencang meninggalkannya. Tak terasa, rusa telah tiba di perhentian pertama. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum, “Pasti siput itu masih jauh di belakang,”

    “Siapa bilang aku masih di belakang?” tiba- tiba terdengar jawaban Kulomang. Sebenarnya itu bukan Kulomang, melainkan temannya yang menunggu di pemberhentian pertama. Rusa terkejut setengah mati, ia heran bagaimana Kulomang bisa mendahuluinya?

    Tak mau kalah, ia berlari melesat menuju pemberhentian kedua. “Hehe… kali ini pasti ia kalah,” ejek rusa sambil menengok ke belakang lagi. Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba Kulomang sudah berjalan di depannya dan menuju ke pemberhentian ketiga.

    “Aku ada di depanmu rusa,” teriak Kulomang. Rusa terkejut. Ia berlari lagi secepat mungkin, ia tak mau kalah dari Kulomang. Namun setiap kali ia tiba di perhentian, selalu saja Kulomang sudah ada di depannya.

    Rusa kelelahan, namun ia terus berlari kencang, akhirnya ia tuba di perhentian terakhir. Matanya terbelalak ketika ia melihat kulomang telah menantinya di situ.

    Karena kelelahan, rusa pun jatuh tersungkur. Ia malu, apalagi ternyata hewan – hewan yang lain juga menyaksikan pertandingan itu.

    Mereka tertawa mengejek rusa, “Hei rusa yang sombong, sekarang kau sadar kan, kau bukanlah hewan tercepat. Siput yang lambat ini justru lebih cepat darimu.”

    Rusa sangat malu, rupanya ia bukanlah hewan terhebat. Demikian juga dengan teman-temannya, mereka tak lagi sombong.

    Mereka bahkan mengembalikan wilayah-wilayah yang direbut dari hewan-hewan yang lain. Sejak saat itu, keadaan di hutan kembali damai seperti dulu. Tentunya tak seekor hewan pun yang membocorkan rahasia Kulomang pada rusa-rusa itu.

    Itulah cerita legenda mengenai Rusa dan Kulomang, apa yang bisa kalian ambil dari sini?

    Legenda Tujuh Kepala Ular Yang Harus Kamu Tahu

    Sebuah legenda yang beredar di Indonesia memang seringkali menarik perhatian kita. Apalagi, jika cerita – cerota tersebut menarik dan sangat mudah dipahami.

    Salah satunya adalah legenda Tujuh kepala ular yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang. Legenda ini bisa jadi merupakan kenyataan atau memang hanya sebuah “Legenda” belaka.

    Cerita ini bermula pada masa kerajaan Kutei Rukam di Bengkulu dimana hiduplah seorang Putra Mahkota Gajah Meram.

    Ia berencana akan menikahi seorang putri dari kerajaan Suka Negeri. Ia lalu meminta para rakyatnya untuk mempersiapkan pesta yang megah.

    Pada salah satu prosesi pernikaha, pengantin wanita dan pengantin pria sedang mandi di sebuah Danau bernama Danau Tes.

    Saat sedang asyik berenang, tiba – tiba saja sang pangeran dan juga snag putri tersebut menghilang dan tak terlihat.

    Karena khawatir dan kaget, semua tentara langsung melompat dan mencari putri dan pangeran tersebut di danau.

    Mereka sangat heran kenapa tiba – tiba putri dan pangeran menghilang begitu saja. Hal ini lalu diketahui oleh raja dan raja merasa sangat sedih.

    Ia lalu meminta semua prajurit yang ada untuk berenang dan mencarinya. Namun sayangnya mereka berdua tetap tidak ketemu.

    Lalu, belakangan kemudian ada seorang lelaki suci tua yang datang mendekati raja. Ia lalu bilang ke raja bahwa putri dan pangeran yang mereka cari telah diculik oleh ular berkepala tujuh.

    Ular tersebut merupakan raja ular dan memiliki banyak prajurit. Hanya ada satu orang yang bgisa menyelamatkan mereka, yaitu pemuda dengan keterampilan yang hebat dalam seni bela diri dan juga kekuatan gaib.

    Pria muda yang kakek tersebut maksud ternyata merupakan putra bungsu sang raja bernama Pangeran Gajah Merik.

    Ia juga diketahui merupakan salha satu murid dari kakek tersebut dan raja yang mendengar hal itu sangat tersentuh karena tahu bahwa Gajah Merik bersedia mencari hingga menemukan kakak laki – laki dan kakak perempuan iparnya.

    Orang suci atau kakek tersebut juga memberi tahu Pangeran Gajah Merik agar mereka tidak takut kepada para bangsa ular.

    Pangeran tersebut lalu langsung masuk ked alam danau dan melawan para tentara ular dengan gagah berani.

    Tak ada seekor ular pun yang bisa melawannya karena ia sangat kuat. Ia bahkan bisa membunuh tentara ular tersebut dengan sangat mudah.

    Setelah itu ia pun berhasil bertemu dan berhadapan langsung dengan sang raja ular. Raja ular atau ular berkepala tujuh itu sangat marah karena mengetahui semua tentaranya mati di tangan pangeran Gajah Merik.

    “Hei, kamu manusia! Mengapa kamu membunuh semua prajuritku?” tanya raja ular.

    “Mereka berusaha menghentikanku. Aku ingin membebaskan kakak laki-lakiku dan istrinya.”

    “Aku akan membebaskan mereka. Tapi kamu harus melakukan dua hal. Pertama kamu harus membuat prajuritku yang mati hidup lagi. Dan kedua, kamu harus mengalahkan aku tentu saja. Hahaha.”

    Dengan kekuatannya, Gajah Merik lalu menyentuh ular yang mati dan sesuatu yang ajaib terjadi. Ular yang mati tersebut hidup lagi kemudian raja ular serta pangeran berkelahi.

    Raja ular hampir membuhnuh Gajah Merik dengan kekuatannya. Namuhn, karena Gajah Merik memiliki kesaktian yang lebih, ia memenangkan pertarungan setelah berkelahi selama 7 hari.

    Gajah Merik lalu membiarkan para ular dan rajanya itu pergi dan membawa kakaknya serta istri kakaknya kembali ke istana.

    Raja yang melihat mereka kembali snagat senang dan berencana menjadikan kakaknya, Gajah Meram menjadi raja berikutnya.

    Namun Gajah Meram menolaknya dan berkata bahwa Gajah Merik atau adiknya lah yang lebih pantas menjadi raja berikutnya.

    Gajah merik setuju untuk menjadi raja berikutnya dan meminta ayahnya untuk membiarkan para ular menjadi prajuritnya.

     

    Itulah cerita legenda mengenai ular berkepala tujuh. Semoga bermanfaat.

    Legenda Situ Bagendit Dari Indonesia

    Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan. Mulai dari kekayaan alam, buatan, kekayaan budaya, ras, suku, hingga legenda nya yang terkenal sangat banyak.

    Legenda yang ada di Indonesia juga sudah diketahui oleh hampir setiap warga Indonesia bahkan dijadikan sebagai kisah rakyat.

    Karena itulah, banyak sekali warga Indonesia yang mungkin sudah mengetahui banyak kisah legenda di Indonesia.

    Setiap kisah juga memiliki pengajarannya masing – masing serta memiliki kesan tersendiri. Tak terkecuali dengan legenda Situ Bagendit.

    Dikisahkan pada zaman dulu di sebuah desa yang berada di Kota Garut, Jawa Barat, hiduplah seorang perempuan yang kaya raya bernama nyai Bagendit.

    Kekayaannya yang melimpah ruah ini ia dapatkan dari warisan suami nya yang telah meninggal dunia.

    Dengan kekayaannya yang snagat melimpah ini, menyebabkan ia menjadi orang yang kikir, sombong, dan semena – mena dengan rakyat kecil.

    Karena merasa paling kaya di desa itu maka ia pun seringkali mengadakan pesta besar – besaran, pesta ini dilakukan hanya untuk memamerkan harta benda dan perhiasan yang ia miliki kepada warna di sekitar.

    Walaupun ia terkenal sangat kaya raya namun ia tak pernah mau membantu warga sekitar jika warga sekitar meminta bantuan dari nya.

    Warga sekitar tak suka dengan sikap nyai bagendit. Namun mereka tak bisa berbuat apa – apa karena mereka hanyalah warga biasa.

    Suatu hari saat sedang pesta besar – besaran berlangsung, ada seorang pengemis yang datang dengan pakaian compang – camping, celana lusuh.

    Ia lalu berkata kepada nyai “Nyai, tolong beri hamba makanan sedikit saja,hamba lapar sudah beberapa hari belum makan” kata pengemis tersebut.

    Karena merasa terganggu dengan pengemis itu Nyai Bagendit pun sangat marah dan mengusir pengemis itu dengan kasar, “Pergilah kau dari rumahku, pengemis kotor!!!” Pengemis itu pun pergi dengan perasaan sangat sedih.

    Suatu hari ada kejadian yang aneh di desa tersebut dimana di jalan ada tertancap sebuah tongkat, karena merasa penasaran warga pun mencoba untuk mencabut tongkat iti, namun tidak bisa.

    Mereka berpikir untuk mencabutnya beramai – ramai maka mereka pun melakukannya namun tetap saja tongkat tersebut tak bisa tercabut.

    Sampai datanglah pengemis yang sebelumnya diusir oleh nyai gendi tsaat itu. Ia mencoba mencabut tingkat tersebut dan tongkat tersebut berhasil tercabut dan mengeluarkan air.

    Tanpa ia sadari air pun keluar semakin deras karena warga takut tenggelam sehinhga mereka mencari tempat yang lebih tinggi agar aman.

    Kareba ketamakan nyai bagendit itu ia tidak mau sama sekali meninggalkan rumah nya berisi banyak harta benda dan perhiasan. Sampai akhir nya ia pun tenggelam dengan harta,rumah beserta isi nya.

    Pada akhir nya Di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’.

    Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari kata nyai bagendit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai bagendit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air.

     

    Itulah kisah mengenai Situ Bagendit. Dari sini kita bisa mengetahui dan paham bahwa kita tak boleh menjadi orang yang sombong dan kikir.

    Karena, bagaimana pun juga semua pemberian itu hanyalah sebuah titipan dari Tuhan yang tak pantas untuk kita pamerkan. Apalagi jika sampai tak mau membantu yang lain. Semoga artikel ini bermanfaat.

    Cerita Dongeng Lutung Kasarung

    Di jaman dulu, hiduplah seorang raja dengan 7 putrinya yang cantik di sebuah kerajaan bernama Pasir Batang.

    5 dari 7 putrinya tersebut sudah menikah. Hanya 2 putri saja yang belum, nama mereka adalah Purbararang dan Purbasari.

    Namun, Purbararang yang merupakan kakak dari Purbasari sudah bertunangan dengan seorang Raden yang paling tampan di wilayah tersebut.

    Purbararang memiliki sikap yang sangat jauh berbeda dengan Purbasari. Ia merupakan putri yang angkuh, sombong, dan kasar.

    Sedangkan Purbasari memiliki sifat yang suka menolong, baik hati, lembut, dan cerdas. Ia bahkan memiliki wajah yang sangat cantik.

    Raja yang sudah tua suatu hari sedang berpikir mengenai siapa yang nantinya akan menggantikan tahta nya di bangku kerajaan.

    Karena Purbararang merupakan putri Sulungnya, seharusnya ia memilih Purbararang sebagai adat dari kerajaan.

    Sayangnya, putrinya satu ini memilii sifat yang tidak baik jika ditunjuk untuk menjadi pemimpin sehingga ia sangat ragu.

    Purbararang memiliki sikap yang angkuh dan pasti akan mengacaukan keadaan karena kesombongannya itu. Lalu, ia berpikir bahwa Purbasari lebih pantas menduduki tahta karena sifatnya yang cerdas dan bijaksana.

    Lalu, ia menunjuk Purbasari untuk menjadi ratu selanjutnya dalam memimpin kerajaan dan semua orang setuju atas kebijakan raja.

    Purbararang yang mendengar kabar ini tentu saja sangat murka. Ia lalu bersama dengan tunangannya pergi ke nenek sihir untuk membuat rencana.

    Ia membuat tubuh Purbasari dipenuhi dengan bercak hitam yang gatal dan bau. Raja yang melihat keadaan putri Purbasari pun kaget dan membawanya ke berbagai tabib namun belum juga bisa disembuhkan.

    Lalu, Purbararang bersama dengan tunangannya menghasut raja untuk membuang Purbasari ke hutan dan berpendapatn bahwa tak mungkin Purbasari bisa memimpin kerajaan dengan keadaannya sekarang.

    Raja dengan berat hati dan kesedihan yang mendalam akhirnya berhasil dipengaruhi dan menyuruh Patih kepercayaannya mengantar putri Purbasari serta membuatkan pondok yang kokoh.

    Purbasari pun tinggal di hutan namun ia tidak sendiri karena selalu ditemani oleh hewan-hewan lainnya, bahkan, hewan buas sekalipun juga ikut melindunginya.

    Ada satu kera bernama Lutung Kasarung yang selalu menemaninya, memberikannya bunga, dan memberikan buah dan umbi umbian untuk dimakan oleh putri.

    Suatu hari, sang putri menangis karena merindukan ayahnya. Melihat hal ini, Lutung Kasarung pun bertapa dan meminta pertolongan kepada dewa. Dewa lalu memberikannya sebuah telaga kecil dengan air yang sangat harum serta jernih.

    Lutung lalu meminta putri untuk mandi dan berendam di telaga tersebut. Putri awalnya sedikit kaget karena Lutung bisa berbicara Bahasa manusia. Namun, ia yakin dan mengikuti permintaan lutung.

    Ia lalu berendam dan perlahan penyakit yang menempel di kulit serta wajahnya hilang bahkan, kulitnya menjadi lebih cerah, segar, serta halus dibanding sebelumnya.

    Kecantikannya kembali dan membuat lutung semakin terpesona. Kabar kesembuhan putri pun menyebar dengan cepat dan sampai ke istana.

    Purbararang yang mendengar hal itu marah dan mendatangi kediaman purbasari bersama tunangannya. Tak lama, raja pun menyuruh Patih kerajaan untuk melihat juga keadaannya.

    Raja sangat senang dan ingin membawa putri nya yang paling ia sayangi itu kembali. Awalnya putri Purbasari menolak, namun karena kerinduannya kepada ayahnya, ia bersedia kembali.

    Purbararang takut adiknya itu mengambil kembali tahtahnya dan mengajaknya berduel dengan rambut siapa yang paling panjang. Purbasari menang.

    Ia lalu memberikan tantangan kedua dimana mereka harus beradu tunangan mana yang lebih tampan. Ia yakin bahwa ia akan menang kali ini karena tunangannya memang merupakan yang paling tampan di wilayahnya.

    Purbasari lalu menggandeng lutung dan ditertawakan oleh kakaknya. Tak lama kemudian, lutung berubah menjadi seorang dewa yang gagah dan tampan sehingga mengalahkan ketampanan tunangan Purbararang. Purbasari lalu menang dan menjadi ratu di kerajaan tersebut.

     

    Itulah kisah lengkap dari legenda Lutung Kasarung. Semoga bermanfaat.

    Legenda Cerita Rakyat : Timun Mas

    Pada zaman dahulu, disebuah desa dekat hutan terdapat sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani yang hidup bahagia, namun belum memiliki seorang anak yang sangat mereka harapkan.

    Mereka selalu berdoa setiap hari mengikuti aturan agama seperti tidak berbuat jahat atau bermain sbobet daftar agar diberikan seorang anak dan sangat-sangat mengharapkan hal tersebut terjadi. Namun, pada suatu hari disaat mereka berdoa di rumahnya ada seorang raksasa yang lewat dan mendengar doa serta permintaan mereka.

    Kemudian, raksasa tersebut memberikan mereka biji mentimun untuk menanamnya dan akan mendapatkan seorang anak perempuan dengan syarat disaat anak itu sudah berumur 17 tahun para petani itu harus mengembalikan anak tersebut.

    Kemudian, para petani itu pun langsung setuju saja tanpa berpikir panjang apa yang akan terjadi jika anak tersebut diberikan kepada raksasa.

    Suatu hari, buah itu telah matang dan besarnya melebihi dari timun biasanya. Mereka pun terkejut saat setelah memotong buah tersebut karena mereka benar-benar menemukan sesosok bayi perempuan yang sangat cantik.

    Dan dengan perasaan yang bahagia mereka pun memberikan nama bayi itu dengan nama Timun Mas.

    Hari-hari semakin berlalu dimana Timun Mas telah tumbuh menjadi gadis yang cantik namun bahaya pun semakin mendekat dimana pada saat ulang tahunnya yang ke-17.

    Dengan perasaan bangga sekaligus takut petani itupun menemui anaknya dan memberikan sebuah kantung kain serta menyuruhnya untuk berlari sejauh dan secepat mungkin. Dia mengatakan kantung kain itu bisa membantu Timun Mas untuk melawan raksasa.

    Sang raksasa pun mengamuk dan menghancurkan rumah para petani karena sudah dibohongi oleh kedua pasangan orang tua Timun Mas tersebut. Sang raksasa pun mencari dan mengejar Timun Mas yang lari ke hutan.

    Karena tubuhnya yang besar, larinya pun sangat cepat dan hampir berhasil menyusul Timun mas. Kemudian, dengan cepat Timun mas pun mengeluarkan garam yang ada dari kantung kainnya dan dilemparkan ke arah raksasa.

    Tiba-tiba dari taburan garam tersebut telah terhempas lah sebuah lautan yang membuat raksasa harus berenang susah payah untuk mengejar Timun Mas. Tetapi raksasa tetap bisa menyusulnya.

    Timun Mas segera mengambil barang cabai-cabai an dari kantungnya tersebut dan melemparkannya lagi ke arah raksasa.

    Akan tetapi terjadi sebuah keajaiban lagi yang dimana raksasa merintih kesakitan karena terkena pohon dengan ranting dan duri yang tajam seketika tumbuh saat Timun Mas melempar cabai.

    Dan dengan kesempatan itu Timun Mas pun terus menyelamatkan diri. Tetapi, dengan tubuh raksasa yang sangat kuat ia masih bisa berlari, tetapi tenaganya habis dan harus beristirahat.

    Namun, tiba-tiba sungguh celaka sang raksasa pun terbangun dari tidurnya dan lagi-lagi sangat hampir menangkap si Timun mas. Dan lagi-lagi Timun mas mengeluarkan bendanya yaitu segenggam terasi udang dan melemparkannya.

    Dan kemudian tiba tiba terbentuklah sebuah danau lumpur yang luas merupakan keajaiban yang lagi-lagi di lakukan oleh Timun Mas hanya dengan segenggam terasi udang.

    Lalu, sang raksasa pun terjebak didalam danau lumpur dan menariknya ke dalam hingga tak bisa bernapas dan tenggelam.

    Singkat cerita, Timun Mas pun merasa lega dan pada saat kembali ke rumah kedua orang tuanya sangat senang karena anaknya selamat. Dan dengan perasaan gembira pun mereka menyambut kepulangan Timun Mas yang sudah susah payah melawan raksasa kuat.

    Setelah itu, Timun mas dan keluarganya pun sudah tidak ketakutan lagi dan hidup bahagia bersama-sama.